Home > Artikel > Guru Ngaji dan Sekolah Minggu Perlu Mengikuti Perkembangan Zaman

Guru Ngaji dan Sekolah Minggu Perlu Mengikuti Perkembangan Zaman

Kelurahan Sukoharjo menyelenggarakan Pembinaan Guru Ngaji dan Sekolah Minggu bertempat di Aula Kel. Sukoharjo, Jl. Aris Munandar 54 Malang, Selasa (29/03/2022).

Kelurahan Sukoharjo menyelenggarakan Pembinaan Guru Ngaji dan Sekolah Minggu bertempat di Aula KelurahanĀ  Sukoharjo, Jl. Aris Munandar 54 Malang, Selasa (29/03/2022).

Dihadiri sekitar 56 peserta, acara yang merupakan bagian dari sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan tersebut dibuka oleh Lurah Sukoharjo Januar Agung Rizaldhi, SE.

Dalam sambutannya, Lurah Sukoharjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh Guru Ngaji dan Sekolah Minggu yang telah mengabdikan dirinya mendidik generasi muda yang haus akan ilmu dengan berbagai pendidikan keagamaan dan moral.

Peserta Pembinaan Guru Ngaji gelombang II menerima reward dari narasumber, Rabu (30/03/2022)

Narasumber pembinaan tersebut adalah H. Isnan Alami, S.Ag Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Kota Malang.

Isnan memberikan berbagai motivasi kepada guru-guru ngaji dan sekolah Minggu yang hadir. Menurutnya pendidikan agama menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang. Oleh karena itu para guru ngaji dan sekolah Minggu diberikan honorarium atau insentif setiap bulan.

Walaupun nilai insentif yang diberikan oleh Pemerintah Kota Malang tidak sebanding dengan sumbangsih para guru ngaji, namun setidaknya dapat meningkatkan semangat dan kompetensi guru ngaji dan sekolah Minggu.

Disampaikan Isnan, guru ngaji dan sekolah Minggu seharusnya terus meningkatkan kompetensi dan wawasannya agar dalam menyampaikan pendidikan spiritual senantiasa dapat mengikuti perkembangan zaman.

Selain itu sebagai bentuk akuntabilitas atas kinerja guru ngaji dan sekolah Minggu, diharapkan mereka dapat menyampaikan laporan kegiatan mereka secara berkala selama mengabdi.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kel. Sukoharjo, Emy Rahayu, S.AP menyebutkan bahwa jumlah guru ngaji dan sekolah Minggu di wilayah Kel. Sukoharjo yang menerima insentif Tahun 2022 berjumlah 112 orang.

Mengikuti protokol kesehatan sebagaimana imbauan Satgas COVID-19, maka kegiatan pembinaan guru ngaji dan sekolah Minggu dibagi menjadi dua sesi yang dilaksanakan tanggal 29 dan 30 Maret 2022. Jumlah peserta dalam masing-masing kegiatan sebanyak 56 orang.

Peserta pembinaan guru ngaji dan sekolah minggu gelombang II berfoto bersama usai acara, Rabu (30/03/2022)

Selain guru ngaji dan sekolah Minggu, Pemkot Malang juga memberikan insentif kepada Huffazh (penghafal Quran), syaratnya harus hafal 30 juz dan memiliki murid penghafal Quran. Di Kel. Sukoharjo saat ini ada satu orang hafizhah yang masuk dalam kategori tersebut dan telah mendapatkan insentif.*** (dmb)