Berita

Operasi Yustisi VIII, Seorang Pengendara Coba Berkelit

Untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, Forkopimcam Klojen kembali menggelar Operasi Yustisi ke-8 di wilayah Kelurahan Sukoharjo, Kamis (29/10/2020).

Tim gabungan yang bertugas dalam operasi kali ini berjumlah 15 personel terdiri atas Seksi Terantib Kecamatan Klojen, anggota Polsek Klojen, Lurah Sukoharjo beserta staf, Bhabinkamtibmas Kel Sukoharjo Aiptu Bambang Sutrisno, Babinsa Kel Sukoharjo Pelda Imam dan Pelda Yuyun, ASN Bakesbangpol Kota Malang, serta anggota Kampung Tangguh dan Linmas Kel. Sukoharjo.

Kegiatan diawali Apel bersama dipimpin Panit Sabhara Ipda Tri Andoko didampingi Lurah Sukoharjo Munadi, S.Sos, MM dan Kasi Terantib Kec. Klojen Andi Hamzah.

Selajutnya tim gabungan melakukan operasi dengan sasaran masyarakat yang melintas di depan kelurahan Sukoharjo Jl. Aris Munandar 54 Kel Sukoharjo Kec.Klojen Kota Malang. Seluruh pengendara yang melintas sepanjang Jl. Aris Munandar juga diberhentikan oleh petugas untuk diperiksa.

Sebagian besar pengendara sudah memakai masker. Mereka diapresiasi oleh petugas atas kedisiplinanannya. Sementara itu, pengendara yang tidak memakai masker diberikan sanksi sosial berupa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya atau membaca sila-sila Pancasila.

Seorang pengendara perempuan mencoba berkelit dari petugas karena tidak membawa masker. Ia menutup wajah dengan bagian bawah kerudungnya. Namun petugas gabungan dengan sigap mempersilakan pengendara itu untuk turun. Setelah membaca Pancasila dan mendapat edukasi dari petugas, ibu itu menerima masker secara cuma-cuma untuk dipakai saat beraktivitas.

Sejak dimulai pukul 14.30 WIB hingga berakhir pukul 15.30 WIB, secara umum kegiatan operasi yustisi berjalan dengan baik dan lancar. Jumlah pelanggar yang terjaring sembilan orang. Beberapa di antaranya adalah pelanggar lalu lintas yang melawan arus searah di Jalan Arismunandar.

Panit Sabhara Polsek Klojen Ipda Tri Andoko menyebutkan bahwa hingga operasi yustisi yang dilakukan dengan pendekatan humanis tersebut cukup efektif dalam membudayakan pemakaian masker bagi masyarakat.

“Jika di kota lain, orang yang memakai masker terbilang langka dan dianggap aneh, namun di Kota Malang, malah terbilang aneh jika tidak memakai masker,” tuturnya.

Melalui operasi yustisi yang rutin digelar tersebut, diharapkan jumlah penularan COVID-19 di Kota Malang terus berkurang hingga pandemi berakhir.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *